FORM PEMESANAN KTI

FORM PEMESANAN KTI
FORM PEMESANAN KARYA TULIS ILMIAH :: melalui sms/WA ketik: infoHARGA Skripsi: email#Jurusan#Kampus/Kota#noHp# send +62 815 16 456 90

Monday, 29 August 2016

Kandungan dan Manfaat Lemon



Kandungan dan Manfaat Lemon  
untuk Kesehatan

Lemon (Citrus limon) merupakan salah satu buah-buahan citrus yang paling banyak digunakan di dunia, baik untuk keperluan konsumsi maupun non konsumsi. Sari lemon terdiri dari 5 hingga 6% asam sitrat yang membuatnya memiliki rasa asam. Lemon biasanya diolah menjadi jus, limun, pie, pancake, dll. Lemon juga dapat dijadikan campuran salad atau acar seperti banyak dilakukan di India, Pakistan, dan Timur Tengah.

Asal buah lemon belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan dari China, Myanmar, atau India. Di Indonesia sendiri, lemon masih kalah merakyat dari saudaranya, lime atau jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Meski demikian, bukan berarti bahwa lemon kalah bergizi dibandingkan jeruk nipis atau buah citrus lainnya. Lemon pun kaya nutrisi dan memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Image result for lemon 

Kandungan Gizi Lemon

Sama halnya dengan buah citrus, lemon kaya akan vitamin C. Kandungannya bahkan lebih tinggi dibandingkan jeruk nipis, yakni dapat memenuhi memenuhi 88% kebutuhan harian per 100 gram. Asam sitrat merupakan asam organik yang paling melimpah di dalam lemon, dengan jumlahnya mencapai 47 gram/liter dalam sari buahnya.

Buah yang umumnya berwarna kuning segar ini juga mengandung senyawa fitokimia seperti polifenol, terpenes, naringin, naringenin, hesperidin, diosmin, eriositrin, dan d-limonene.

Selain itu, Anda juga dapat menemukan vitamin dan mineral penting lain seperti vitamin B6, potasium, zat besi, magnesium, kalsium, dan serat pangan.

Manfaat Lemon untuk Kesehatan 

Seperti buah-buahan citrus pula, ada berbagai manfaat lemon untuk kesehatan, di antaranya seperti tercantum berikut ini:

1.  Mengatasi masalah pencernaan dan konstipasi

Sari lemon dapat membantu mengatasi masalah pencernaan dan konstipasi. Campurkan beberapa tets lemon padamakanan Anda. Lemon akan bertindak sebagai pencuci dan pembersih darah. Lemon juga baik diminum setelah makan untuk membantu melancarkan pencernaan.

2.  Mengatasi flu, demam, dan infeksi tenggorokan

Seperti jeruk, sari lemon baik diminum untuk mengatasi flu, demam, dan pilek. Lemon dapat menurunkan demam dengan meningkatkan perspirasi. Vitamin C-nya juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit. Lemon pun sering digunakan untuk mengatasi infeksi tenggorokan karena senyawa antibakteri yang dimilikinya.

3.  Mengatasi masalah gigi dan gusi

Sari lemon juga banyak digunakan dalam perawatan gigi. Di antaranya, lemon dapat membantu meredakan nyeri jika dioleskan di area yang mengalami sakit gigi. Memijatkan sari lemon pada gusi juga dapat menghentikan pendarahan. Lemon pun dapat digunakan untuk membersihkan gigi sehari-hari, sekaligus mencegah bau mulut yang disebabkan oleh masalah gigi dan gusi.

4.  Membantu menurunkan berat badan

Sari lemon kerap disertakan dalam diet penurunan berat badan. Biasanya, sari lemon dicampurkan dengan air hangat dan madu. Tak hanya sehat, lemon juga rendah kalori, bahkan termasuk yang terendah di antara buah citrus lainnya. Sekitar 100 g lemon hanya mengandung 29 kalori. Lemon pun bebas kolesterol, lemak jenuh, dan memiliki indeks glikemik rendah. Lemon juga kaya serat pangan sehingga baik dikonsumsi Anda yang ingin memangkas berat badan.

5.  Membantu melawan kolera

Penambahan jus lemon di waktu makan utama diyakini telah memberikan perlindungan terhadap wabah kolera yang pernah melanda beberapa desa di Afrika Barat. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa lemon dan jeruk nipis dapat memperpendek siklus penyembuhan dan mempercepat aktivitas sel imun bernama monosit.

6.  Menurunkan risiko jantung dan stroke

Defisiensi vitamin C dalam darah sering dikaitkan dengan meningkatnya penyakit stroke, terutama pada mereka yang obesitas atau memiliki tekanan darah tinggi. asupan serat terisolasi dari buah-buahan citrus, termasuk lemon, dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Minyak esensial dalam lemon juga mampu mencegah oksidasi kolesterol LDL.

Lemon juga mengandung senyawa fitokimia seperti antioksidan hesperidin dan diosmin. Hesperidin dapat menguatkan pembuluh darah dan atherosklerosis. Sedangkan diosmin digunakan di beberapa obat yang mempengaruhi sistem peredaran darah. Gunanya adalah meningkatkan kesehatan otot vaskular dan mengurangi inflamasi kronis pada pembuluh darah.

Beberapa studi pada tikus percobaan juga menunjukkan bahwa tanaman yang mengandung hesperidin dan diosmin memiliki efek baik yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

7.  Mencegah pembentukan batu ginjal

Asam sitrat dalam lemon tak hanya bertugas memberikan rasa asam. Beberapa studi menunjukkan bahwa asam sitrat efektif dalam mencegah pembentukan batu ginjal. Diduga, hal ini dikarenakan asam sitrat dapat mengencerkan urin dan meningkatkan jumlah urin yan gkeluar. Studi ini juga menyebutkan bahwa meminum 2 liter limun sehari sudah dapat meningkatkan kadar asam sitrat secara signifikan.

8.  Mencegah anemia

Anemia sering disebabkan karena defisiensi zat besi, terutama pada wanita yang berada di tahap pre-menopause. Meski hanya mengandung sedikit zat besi, lemon kaya vitamin C dan asam sitrat yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan lain.

9.  Pencegahan kanker

Dalam studi laboratorium dan hewan, limonoid pada lemon diketahui dapat melawan sel kanker mulut, kulit, paru-paru, payudara, perut, dan usus. Peneliti dari US Agricultural Research Service (ARS) juga mengatkan bahwa tubuh kita dapat menyerap senyawa limonoid bernama limonin yang jumlahnya hampir sama dengan vitamin C di buah-buahan citrus. Limonin pun mudah dicerna tubuh dan tersedia dalam jangka waktu lebih lama dibandingkan senyawa anti karsinogen alami lainnya.

Lemon juga mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti hesperetin, naringin, naringenin, dan eriocitrin. Senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang dapat mencegah kerusakan DNA akibat radikal bebas pada studi in vitro.

10.  Mencegah radang sendi (artritis reumatoid)

Meski satu studi menunjukkan bahwa dosis tinggi suplemen vitamin C dapat menyebabkan osteoartritis, studi lain justru mengungkap hasil sebaliknya. Studi yang disampaikan dalam “Annals of the Rheumatic Diseases” ini dilakukan pada lebih dari 20 ribu subjek yang bebas artritis pada awal penelitian. Haslinya, subjek yang paling sedikit mengkonsumsi makanan kaya vitamin C memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk terserang artritis daripada mereka yang paling banyak memakannya.

11.  Mengatasi scurvy

Scurvy merupakan gangguan yang timbul saat tubuh kekurangan vitamin C. Gejalanya meliputi anemia, tubuh lemas, radang gusi, hingga pendarahan pada kulit. Sekitar 100 g lemon sendiri dapat memenuhi 88% kebutuhan vitamin C harian sehingga sering digunakan untuk mengatasi scurvy. Lemon juga banyak digunakan untuk menangani gangguan telinga seperti tinnitus dan meniere.

Oleh:  Upika Aspri Adhiyantie